INFO DESA

Langkah Awal Kemandirian Pangan: BUMDES Sumber Rezeki Sumberwuluh Mulai Budidaya Lele dari Dana Desa
28 Oktober 2025   94 kali

Sumberwuluh,28 Oktober 2025 – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan ketersediaan pangan di tingkat lokal semakin gencar dilakukan oleh Pemerintah Desa Sumberwuluh. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sumber Rezeki, Desa Sumberwuluh kini mulai merealisasikan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Program ini dibiayai penuh dari alokasi Dana Desa dan difokuskan pada dua sektor utama yang memiliki potensi besar di wilayah tersebut, yakni Perikanan dan Peternakan.

Program ketahanan pangan ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan alokasi minimal 20% Dana Desa untuk kegiatan yang bertujuan menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan di desa. BUMDES Sumber Rezeki dipercaya sebagai motor penggerak dan pengelola program ini, yang diharapkan tidak hanya meningkatkan suplai pangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.

Awal Baru Perikanan Lele di Poncosumo. Unit usaha perikanan menjadi salah satu fokus utama yang langsung digarap BUMDES Sumber Rezeki. Setelah melalui tahap perencanaan dan persiapan infrastruktur, budidaya ikan lele kini resmi dimulai."Alhamdulillah, untuk yang perikanan lele kita baru mulai ini," ujar B. Poniah, Ketua BUMDES Sumber Rezeki, dengan nada optimis saat ditemui di lokasi proyek. Beliau menjelaskan bahwa BUMDES memandang budidaya lele sebagai komoditas yang cepat panen dan memiliki pasar yang stabil, sehingga sangat cocok untuk program percontohan ketahanan pangan.

Proyek perikanan ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Bapak Rohmat. Ia menjelaskan pemilihan lokasi budidaya yang strategis menjadi kunci awal keberhasilan. "Untuk lokasi perikanan lele saya taruh di Dusun Poncosumo Desa Sumberwuluh karena airnya melimpah," kata Rohmat. Ketersediaan sumber air yang mencukupi dan kualitas yang baik di Poncosumo diyakini akan menunjang pertumbuhan ikan lele secara optimal, sekaligus meminimalisir risiko kegagalan akibat kekurangan air. Langkah ini sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Sektor Peternakan Siap Menyusul,Selain perikanan, BUMDES Sumber Rezeki juga menyiapkan unit usaha di sektor peternakan. Meskipun unit perikanan lele telah memulai operasinya, sektor peternakan tengah dalam tahap persiapan akhir, baik dari segi kandang, pengadaan bibit ternak, maupun pelatihan sumber daya manusia. Rencananya, unit peternakan akan fokus pada jenis ternak yang cepat berkembang dan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti unggas atau kambing, yang akan menjadi penyangga ketahanan pangan hewani di Desa Sumberwuluh.

B. Poniah menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini bukan sekadar menghabiskan anggaran Dana Desa, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk kemandirian desa. "Tujuan utamanya adalah Desa Sumberwuluh tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar. Kita ingin menciptakan siklus produksi dari hulu ke hilir yang dikelola sepenuhnya oleh BUMDES dan masyarakat," tegasnya.

Dana Desa yang disalurkan ke BUMDES Sumber Rezeki ini akan dikelola secara profesional dan transparan, dengan harapan keuntungan yang dihasilkan dapat menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD) yang kemudian dapat digunakan kembali untuk membiayai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lainnya. Program ini juga melibatkan kelompok-kelompok masyarakat desa, mulai dari pengadaan pakan, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil panen, sehingga asas pemerataan manfaat dapat tercapai.

Dengan dimulainya budidaya lele di Poncosumo dan persiapan sektor peternakan, Desa Sumberwuluh melalui BUMDES Sumber Rezeki kini optimistis menatap masa depan yang lebih mandiri dan berdaulat di bidang pangan. Keberhasilan program percontohan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk mengembangkan sektor-sektor usaha produktif lainnya di tahun-tahun mendatang

 

Kembali