INFO DESA

Mengenal Sistem Desil: Alasan Mengapa Bantuan Sosial Bisa Terhenti Secara Otomatis"
04 Maret 2026   1514 kali

SUMBERWULUH – Pemerintah terus berupaya menyempurnakan mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih objektif dan tepat sasaran. Saat ini, acuan utama yang digunakan adalah sistem Desil, sebuah klasifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat yang terintegrasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sistem ini membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok (desil), mulai dari yang paling membutuhkan hingga kelompok yang dinilai mampu secara ekonomi. Penerapan sistem ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran negara benar-benar menyentuh warga yang berada di garis kemiskinan terendah.

Mengenal 10 Kelompok Desil

Klasifikasi desil bukan ditentukan secara acak, melainkan melalui variabel ekonomi yang ketat. Secara umum, pembagiannya adalah sebagai berikut:

  • Desil 1: Kelompok Sangat Miskin (10% penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah).

  • Desil 2: Kelompok Miskin.

  • Desil 3: Kelompok Hampir Miskin.

  • Desil 4: Kelompok Rentan Miskin.

  • Desil 5: Kelompok Pas-pasan (Batas bawah kelompok menengah).

  • Desil 6–10: Kelompok Menengah ke Atas (Masyarakat yang dinilai sudah mandiri secara ekonomi dan tidak menjadi prioritas penerima bantuan).

Berdasarkan aturan tersebut, warga yang berada di Desil 1 hingga 5 memiliki peluang besar untuk menerima berbagai skema bantuan. Sementara itu, warga yang masuk dalam Desil 6 ke atas secara otomatis akan tereliminasi dari sistem sebagai calon penerima bansos.

Jenis Bantuan dan Batas Desilnya

Setiap program bantuan memiliki kriteria ambang batas desil yang berbeda-beda. Berikut adalah rinciannya:

  1. PKH (Program Keluarga Harapan): Dikhususkan bagi warga di Desil 1–4.

  2. BPNT (Program Sembako): Disalurkan untuk warga di Desil 1–5.

  3. PBI-JK (Bantuan Iuran BPJS Kesehatan): Ditujukan bagi Desil 1–5.

  4. ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial): Diberikan kepada Desil 1–5 atau berdasarkan hasil asesmen khusus.

Mengapa Bantuan Bisa Terhenti Tiba-Tiba?

Banyak warga di Desa Sumberwuluh yang mengeluhkan bantuan mereka terhenti secara mendadak atau kartu BPJS Kesehatan (PBI) mereka tiba-tiba tidak aktif. Menanggapi hal ini, Misbahul Munir, selaku operator aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) yang menangani DTKS di tingkat desa, memberikan penjelasan penting. Munir menegaskan bahwa perubahan status kepesertaan bansos seringkali terjadi karena pemutakhiran data otomatis oleh sistem, bukan karena intervensi dari pihak pemerintah desa.

"Banyak warga mengira desa yang menghapus data mereka. Padahal, sistem sekarang sudah sangat pintar. Jika seseorang terdeteksi memiliki peningkatan aset, seperti membeli kendaraan bermotor atas nama sendiri atau memiliki pinjaman bank yang menunjukkan kapasitas ekonomi tertentu, sistem akan menaikkan tingkat desil mereka secara otomatis," jelas Munir.

Faktor Pemicu "Naik Desil"

Sistem DTKS saat ini terhubung dengan berbagai data sektoral, termasuk data kendaraan (Samsat), data perbankan, hingga data kepemilikan aset. Jika seorang warga yang sebelumnya berada di Desil 3 (Hampir Miskin) terdeteksi memiliki aset yang tidak sesuai dengan kriteria kemiskinan, maka sistem akan menggeser warga tersebut ke Desil 6 atau lebih tinggi.  Dampaknya, bantuan seperti PKH atau BPNT akan langsung terhenti karena nama yang bersangkutan sudah tidak lagi masuk dalam kriteria syarat desil yang ditentukan. Hal inilah yang menyebabkan bantuan "hilang" tanpa ada pemberitahuan manual dari desa.

Harapan dan Edukasi Masyarakat

Melalui pemahaman tentang sistem Desil ini, diharapkan warga Desa Sumberwuluh dapat lebih bijak dalam memahami dinamika penyaluran bansos. Pemerintah desa bertugas untuk melakukan verifikasi dan validasi, namun keputusan akhir mengenai kelayakan penerima tetap berada pada pemadanan data di tingkat pusat melalui sistem digital.

Bagi warga yang merasa mengalami kendala data, disarankan untuk tetap melakukan koordinasi dengan operator SIKS-NG desa guna mengecek status di DTKS, agar mendapatkan informasi yang akurat mengenai penyebab tidak aktifnya bantuan yang selama ini diterima.

 

 

Kembali