INFO DESA

Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sumberwuluh Antusias Ikuti Pelatihan di Lumajang:
03 November 2025   200 kali

Sumberwuluh, 3 November 2025 — Komitmen Pemerintah dalam memperkuat pilar ekonomi kerakyatan di tingkat desa kembali terwujud melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lumajang. Kegiatan strategis ini, yang didanai dari Dana Dekonsentrasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia Tahun 2025, berlangsung sukses selama tiga hari, mulai tanggal 03 November hingga 05 November 2025, bertempat di Gajah Mada Hotel dan Resto Lumajang. Pelatihan ini menjadi momen krusial bagi para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Lumajang untuk mengasah kemampuan manajerial dan operasional mereka. Salah satu perwakilan yang turut serta dan merasakan manfaatnya adalah Ngatmini, pengurus dari Koperasi Desa Merah Putih Sumberwuluh.  Peningkatan Kompetensi untuk Koperasi yang Lebih Modern, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang bertujuan membentuk unit-unit usaha kolektif di setiap desa dan kelurahan, menjadikannya motor penggerak ekonomi lokal dan instrumen pengendalian stabilitas harga. Di Kabupaten Lumajang sendiri, pembentukan KDKMP telah menjadi fokus utama pemerintah daerah, menyadari potensi besar yang dimiliki desa-desa dalam memajukan perekonomian.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Lumajang MUHAMMAD RIDHA, S.Sos., M.Si. menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul. “Koperasi tidak akan maju tanpa SDM yang kompeten. Dana Dekonsentrasi ini adalah investasi kita untuk memastikan para pengurus Koperasi Merah Putih mampu mengelola lembaganya secara modern, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Materi pelatihan yang disajikan sangat komprehensif, mencakup aspek-aspek vital pengelolaan koperasi di era digital. Selama tiga hari, para peserta mendalami modul-modul penting, antara lain:

  • Tata Kelola Koperasi Modern (Good Cooperative Governance): Pembahasan mendalam mengenai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), transparansi pelaporan, dan mekanisme Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang efektif.

  • Manajemen Keuangan dan Pembukuan Digital: Pengenalan sistem akuntansi sederhana yang sesuai standar koperasi dan pemanfaatan aplikasi digital untuk pencatatan transaksi.

  • Strategi Pengembangan Unit Usaha: Analisis potensi bisnis lokal, teknik pemasaran produk koperasi, dan studi kasus unit usaha KDKMP yang sukses.

  • Legalitas dan Kepatuhan Regulasi: Pemahaman hukum terbaru terkait koperasi dan kewajiban pelaporan kepada pemerintah.

Ngatmini: "Alhamdulillah, Kegiatan Ini Bermanfaat Bagi Kami"Ngatmini, yang mewakili Koperasi Desa Merah Putih Sumberwuluh, tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Di sela-sela kegiatan, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif tersebut. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami belajar banyak hal baru tentang bagaimana mengelola koperasi yang benar dan modern,” tutur Ngatmini dengan senyum. “Selama ini, kami menjalankannya dengan bekal pengalaman saja. Sekarang, kami mendapatkan ilmu yang lebih terstruktur, terutama soal pembukuan dan bagaimana cara mengembangkan unit usaha agar tidak hanya simpan pinjam, tetapi juga bisa bergerak di sektor riil sesuai potensi desa kami.”

Menurut Ngatmini, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi koperasi di tingkat desa adalah minimnya pengetahuan tentang manajemen yang profesional dan adaptasi teknologi. Pelatihan ini, lanjutnya, berhasil menjembatani kesenjangan tersebut. “Materi tentang perencanaan bisnis dan pemanfaatan media digital untuk pemasaran sangat membuka wawasan. Kami jadi punya gambaran yang lebih jelas bagaimana Koperasi Desa Merah Putih Sumberwuluh bisa menjadi pusat ekonomi yang kuat di desa kami,” tambahnya. Ia berharap, ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi akan segera diaplikasikan bersama pengurus lainnya untuk mendorong pertumbuhan Koperasi Sumberwuluh.  

 

Kembali