Selama ini banyak orang yang punya pemikiran bahwa suporter sepakbola biasanya hanya bisa berbuat anarkisme baik didalam lapangan maupun diluar lapangan, predikat negatif tersebut seakan – akan cukup melekat bagi kebanyakan suporter sepak bola baik didalam negeri dan diluar negeri, padahal ketika kita lihat lebih dekat, saat ini mereka telah banyak berubah, hal tersebut dibuktikan dengan lebih banyak melakukan kegiatan posotif salah satunya kegiatan sosial.
Kegiatan Trauma healing Bonek di Jobong Dusun Kebondeli Selatan
Suporter Bonek misalnya, suporter fanatik Persebaya Surabaya ini yang sebelumnya pada bulan desember 2020 datang untuk menjadi relawan bencana erupsi gunung Semeru, hari ini minggu 31/01 untuk kedua kalinya mereka datang ke Jobong dusun Kebondeli Selatan desa Sumberwuluh kecamatan Candipuro untuk memberikan trauma healing dan memberikan bantuan warga disana.
Kerja bhakti Bonek di Jobong di Dusun Kebondeli Selatan
Malik koordinator Bonek mengatakan bahwa kedatangannya kesini berbeda dengan yang sebelumnya, hari ini pihaknya membawa lebih banyak personil, konsep trauma healing hari ini ditujukan untuk menghibur anak-anak, “Kami datang yang kedua kalinya dengan konsep untuk menghibur, kita bernyanyi bersama dan bermain bersama, agar anak – anak dan warga Jobong terhibur dan ceria kembali, “Katanya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada warga Jobong dan dilanjutkan dengan kegiatan kerja bhakti bersama warga melakukan pembersihan akses jalan yang akan di bangun jembatan layang. “Alhamdulillah kami bersyukur bisa memberikan sedikit bantuan untuk meringankan beban saudara kita disini, dan bisa kerja bhakti bersama mereka” Tambah Malik.
Eksistensi Bonek di Jobong Desa Sumberwuluh
Sementara itu Elly Susanto dari KIM Tawang Segoro yang mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan sangat mengapresiasi dan mengucapkan terma kasih atas kegiatan trauma healing dan kerja bhakti serta bantuan yang diberikan Bonek, “Kami apresiasi atas kegiatan yang dilakukan teman – teman Bonek si Jobong, kami sangat bersyukur dan kami ucapkan banyak – banyak terima kasih. “Tutup Elly terharu.
KIM TAWANG SEGORO
Penulis : Samsul Arifin (Cak Sul)
Editor : Hanafi (Cak Cie Piky)


