Pada tanggal 10 Juni 2024, sekitar pukul 21.44 WIB, terjadi dua kali guguran lava dari Gunung Semeru menuju Besuk Kobokan. Informasi ini disampaikan oleh petugas Pos Pantau Semeru di Gunung Sawur melalui Grup Whatsapp, yang menyebutkan bahwa guguran lava tersebut meluncur dengan jarak sekitar 1000 meter kubik dari bibir kawah gunung tersebut.
Sekretaris Desa Sumberwuluh, yang dikenal dengan sebutan Cak Sul, juga mengonfirmasi kebenaran informasi ini. Beliau mendapatkan informasi yang sama melalui Grup Whatsapp. Atas dasar itu, Cak Sul memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi awan panas yang bisa terjadi kapan saja.
Gunung Semeru, yang merupakan salah satu gunung api aktif tertinggi di Pulau Jawa, telah menjadi fokus perhatian otoritas setempat dan masyarakat sekitar. Aktivitas vulkaniknya yang tidak terduga sering menjadi ancaman bagi keselamatan warga sekitar. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan oleh petugas Pos Pantau Semeru dan dikonfirmasi oleh Sekretaris Desa Sumberwuluh menjadi sangat penting untuk disebarkan agar masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada. Mengikuti arahan dan informasi resmi dari otoritas terkait seperti petugas pos pantau atau pemerintah setempat adalah langkah yang bijaksana. Selain itu, mempersiapkan diri dengan pengetahuan tentang tindakan darurat dan rute evakuasi juga sangat dianjurkan.
Semua pihak, baik itu pemerintah, petugas penjagaan, maupun masyarakat, perlu bekerja sama dalam menjaga keselamatan bersama di tengah ancaman aktivitas vulkanik. Dengan kerjasama dan kewaspadaan yang tepat, diharapkan risiko yang ditimbulkan oleh Gunung Semeru dapat diminimalisir, dan keselamatan masyarakat sekitar dapat terjaga dengan baik. untuk Saat ini Gunung Semeru Masih Level III Siaga.
Kembali
Copyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh